075. Ma,ku Pemintal Benang, A Rahim Eltara
A Rahim Eltara
Ma,ku Pemintal Benang
Dan Pagi ini
Masih dikepung kabut.Dendang ketilang
Dirindang pepohonan, memecah sunyi
Udara basah di puncak perdu. Jemarinya
Menari nari memilin kapas . helai demi helai
Benang kasih dipintal serupa riak
Mengalirkan cinta paling bening
Di rumah panggung itu. Di depan
Jendela. cahaya terasa lapuk
Sedikit menuai angina dari dedaunan
Ia telah duduk berjam-jam memintal usia
Menyimpan penat dan lelah dadanya
Tak pernah menyerah
Pada senja
Kerling matanya
Bagaikan mata penari
Mengikuti irama kehidupan
Sambil mengulas senyum tipis
Untuk menunda sejenak kusut di wajahnya
Sekali waktu berujar
“Kupintal hidupku’
Kutenun cintaku
Kuhajit risauku
Agar anak-anakku
Tumbuh dalam kehangatan
Sumbawa, 2022-2025
A Rahim Eltara *adalah sastrawan Indonesia lahir di Sumbawa 16 Oktober 1962 penyair ini tingal di Sumbawa, Karyanya 66 Sajak Menguak Jejak dipamerkan dalam Pameran Nasional Antologi 2026 Lumbung Puisi
*